• Jelajahi

    Copyright © Pisbon™ Research
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Tenxi, Naykilla & Jemsii - Garam & Madu (Sakit Dadaku) (Official Music Video)

    Pisbon
    Wednesday, January 21, 2026, January 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-21T18:06:53Z

    Review Lagu “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” – Tenxi, Naykilla & Jemsii: Manis di Awal, Nyeri di Akhir

    Lagu “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” karya Tenxi, Naykilla, dan Jemsii bukan sekadar lagu viral. Dengan raihan lebih dari 170 juta penayangan sejak tayang perdana pada 20 Desember 2024, lagu ini sukses menjelma menjadi soundtrack patah hati modern, khususnya bagi mereka yang sok kuat tapi dadanya sering nyut-nyutan tengah malam.

    Sebagai pendengar yang awalnya cuma niat “denger sebentar”, penulis akhirnya terjebak memutar ulang lagu ini sambil mikir, kok kayak gue ya?.

    Lirik Sederhana, Rasa Dalam

    Judulnya saja sudah jujur: Garam & Madu. Dua rasa yang bertolak belakang, tapi justru sering muncul bersamaan dalam hubungan manusia. Manisnya harapan, asinnya kenyataan. Lagu ini tidak bertele-tele soal metafora berat, tapi justru itulah kekuatannya.

    Kalimat “sakit dadaku” terdengar sederhana, bahkan nyaris polos. Tapi di situlah letak serangannya. Karena rasa sakit paling nyebelin memang sering datang tanpa kalimat indah.

    Vokal dan Produksi yang Menyatu

    Kolaborasi Tenxi, Naykilla, dan Jemsii terasa natural, tidak saling menutupi. Vokalnya terdengar jujur, seolah bukan sedang menyanyi untuk kamera, tapi curhat untuk diri sendiri. Produksi musik yang digarap langsung oleh Jemsii terasa rapi, minimalis, dan emosional tanpa harus berisik.

    Beat-nya tenang, tapi emosinya pelan-pelan naik. Cocok diputar saat:

    • malam hari

    • kopi sudah dingin

    • chat tidak dibalas

    • atau saat pura-pura baik-baik saja

    Music Video: Sunyi yang Bicara

    Music video yang diproduksi oleh AntiNRML dan disutradarai langsung oleh tim yang sama, memperkuat nuansa lagu. Visualnya terasa raw, jujur, dan tidak terlalu dipoles. Ada kesan “apa adanya”, seperti hidup yang kadang memang tidak butuh filter.

    Penggunaan elemen visual seperti VHS memberi sentuhan nostalgia dan kesan rapuh, seolah ingin bilang bahwa luka lama belum sepenuhnya sembuh, hanya disimpan rapi.

    Kenapa Lagu Ini Relate Banget?

    Jawabannya sederhana: lagu ini tidak menggurui. Tidak menyuruh move on. Tidak sok bijak. Lagu ini hanya menemani. Dan terkadang, itu lebih dibutuhkan daripada nasihat panjang lebar.

    Sebagai penulis, saya merasa lagu ini seperti teman duduk di samping, tidak banyak bicara, tapi kehadirannya terasa.

    Kesimpulan

    “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” adalah lagu yang tidak berusaha terlalu keras untuk menyentuh hati, tapi justru berhasil masuk pelan-pelan. Lagu ini cocok untuk mereka yang:

    • pernah berharap

    • pernah kecewa

    • dan masih belajar menerima

    Bukan lagu untuk menyembuhkan sepenuhnya, tapi cukup untuk bilang: kamu tidak sendirian.

    Dan kadang, itu sudah cukup.

    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    Terkini