Bayangkan satu video yang bisa membuat orang galau berjamaah, nyanyi sambil nyengir, dan merenung sambil goyang kepala. Ya, itulah yang terjadi ketika Difarina Indra Adella Ft. Fendik Adella membawakan Pelampiasan 2 bersama OM ADELLA.
Dengan 771.473 kali ditonton, tayang perdana 15 Januari 2026, dan langsung nangkring di #10 Musik Trending, video ini bukan sekadar pertunjukan musik. Ini adalah sesi curhat massal yang dikemas rapi dengan kendang, suling, dan keyboard dobel.
Panggung Sederhana, Luka Batin Luar Biasa
Lokasi syuting di Basecamp OM ADELLA terlihat sederhana, tapi jangan salah. Kesederhanaan ini justru membuat semua luka terasa lebih nyata. Tidak ada drama berlebihan, tidak ada efek lebay. Yang ada hanyalah:
-
Tatapan mata yang seolah berkata: “Aku salah, tapi lagunya enak.”
-
Iringan musik yang terasa seperti pelukan… tapi sambil nyindir.
-
Penonton yang entah kenapa ikut merasa bersalah, padahal cuma nonton.
Ini bukan konser. Ini ruang pengakuan dosa versi dangdut.
Difarina & Fendik: Duet yang Seperti Obrolan Tengah Malam
Difarina Indra Adella tampil dengan vokal yang lembut tapi menusuk. Bukan menusuk telinga, tapi menusuk kenangan mantan yang katanya sudah dilupakan.
Lalu masuk Fendik Adella dengan sulingnya. Di sinilah keajaiban terjadi. Sulingnya tidak sekadar berbunyi, tapi seperti berkata:
“Tenang… nangisnya pelan-pelan aja.”
Duet ini terasa bukan sedang bernyanyi, tapi saling menguatkan dalam hubungan yang hampir pensiun dini.
Lirik Jawa yang Jujur Sampai Kebobolan Perasaan
Lirik Pelampiasan 2 ini jujur tanpa basa-basi. Tidak sok puitis, tidak berpura-pura kuat. Kalimat seperti:
“Aku wes sadar dolanan ati”
itu bukan sekadar pengakuan. Itu pernyataan kalah secara elegan.
Dan bagian:
“Aku janji karo koe tekaning mati”
adalah kalimat yang biasanya diucapkan dengan penuh keyakinan…
lalu diulang lagi di lagu berikutnya, versi Pelampiasan 3 (kalau ada).
OM ADELLA: Mesin Emosi yang Sudah Teruji Waktu
Kalau bicara teknis, OM ADELLA ini seperti tim Formula 1 di dunia dangdut:
-
Kendang: tepat sasaran, tidak kebanyakan drama.
-
Bass dan gitar: setia menopang rasa.
-
Keyboard dua biji: satu untuk nada, satu untuk perasaan.
-
Tamborin: kecil tapi bikin suasana hidup (plus bonus promosi kaos).
Semua bekerja rapi, tanpa ingin mencuri spotlight. Mereka tahu tugasnya satu:
membantu pendengar berdamai dengan masa lalu.
Kenapa Video Ini Trending?
Jawabannya simpel tapi pedih:
-
Banyak yang pernah salah.
-
Banyak yang ingin dimaafkan.
-
Tidak semua bisa bilang langsung, jadi pakai lagu.
Pelampiasan 2 hadir sebagai wakil resmi perasaan yang sulit diucapkan, tapi mudah dinyanyikan sambil naik motor atau cuci piring.
Kesimpulan: Dangdut, Tapi Jujur dan Dewasa
Video ini membuktikan bahwa dangdut bukan cuma soal goyang. Ini soal rasa, penyesalan, dan harapan yang masih mau diperjuangkan.
Pelampiasan 2 adalah:
-
Lagu untuk yang pernah salah
-
Musik untuk yang masih ingin diperbaiki
-
Hiburan yang bikin senyum, lalu diam sebentar
Dan saat lagu selesai, kita sadar satu hal:
Kadang pelampiasan bukan untuk melupakan,
tapi untuk belajar tidak mengulanginya.


No comments:
Post a Comment